Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Seputar Cilacap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Cilacap. Tampilkan semua postingan
22.06
Pemkab Cilacap Siapkan Festival Nusakambangan dan Segara Anakan
Written By banyumascilacap on Selasa, 25 Juni 2013 | 22.06
Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyiapkan Festival Nusakambangan dan Segara Anakan sebagai salah satu bentuk kampanye penyelamatan lingkungan.
“Festival ini rencananya akan digelar pada akhir Juni bertepatan dengan liburan sekolah,” kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pengelola Kawasan Sumber Daya Segara Anakan Kabupaten Cilacap Mochammad Harnanto di Cilacap, Selasa.
Ia menjelaskan berbagai kegiatan akan digelar dalam festival itu di antaranya seminar nasional, lomba karya jurnalistik, dan fotografi tingkat nasional.
“Seluruhnya bertemakan upaya penyelamatan kawasan Segara Anakan dan Pulau Nusakambangan,” kata dia.
Ia mengatakan kegiatan tersebut digelar saat liburan sekolah guna mengenalkan upaya penyelamatan lingkungan terhadap para pelajar.
Segara Anakan, Cilacap
Menurut dia, festival itu juga merupakan bagian dari kegiatan Promosi Investasi Pulau-pulau Kecil dan Pesisir Tingkat Nasional.
“Harapan kita melalui kegiatan ini akan semakin banyak yang mengetahui betapa pentingnya penyelamatan Segara Anakan dan Nusakambangan agar dapat dipertahankan keberadaannya,” katanya.
Dia mengharapkan festival tersebut dapat mengangkat potensi pariwisata Pulau Nusakambangan dan Segara Anakan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilacap.
Pihaknya melalui kegiatan itu akan mengundang para ahli guna membahas kegiatan fisik berupa pengerukan Segara Anakan yang direncanakan pemerintah pada 2014.
“Kalau tahun 2013 belum ada rencana kegiatan fisik terkait upaya penyelamatan Segara Anakan yang mengalami sedimentasi. Hanya saja, kemarin kita meresmikan `tracking mangrove` sebagai laboratorium mangrove dengan dilengkapi empat gazebo, instalasi pengolahan air bersih, dan pembangkit listrik tenaga surya di Kampung Laut,” katanya.
Pihaknya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengundang Institut Maritim Indonesia untuk membuat film tentang Nusakambangan dan Segara Anakan.
“Saya juga minta dibuatkan film animasi tentang bagaimana kalau Segara Anakan tidak terselamatkan. Film ini akan disebar ke seluruh dunia sebagai kampanye penyelamatan Segara Anakan,” katanya.
Segara Anakan memiliki daya tarik, yakni memiliki komposisi maupun struktur hutan mangrove terlengkap.
Keberadaan hutan mangrove Segara Anakan memiliki peran penting dalam pengasuhan (nursery ground) dan tempat mencari makan (feeding ground) berbagai jenis burung migrasi.
Selain itu, hutan mangrove di Segara Anakan juga berperan sebagai tempat pemijahan (spawning ground) berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya.
Akan tetapi, kondisi Segara Anakan terus menyempit karena berdasarkan data Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pengelola Kawasan Sumber Daya Segara Anakan Kabupaten Cilacap, luas laguna yang semula 6.460 hektare (pada 1903) menyusut menjadi 700 hektare akibat endapan lumpur dari Sungai Citanduy dan Sungai Cimeneng.
Laju sedimentasi tersebut banyak disumbang oleh Sungai Citanduy yang bermuara di Segara Anakan yang mencapai sekitar 760.000 meter kubik lumpur per tahun dan sisanya dari Sungai Cimeneng. Sumber: (ANTARA News)
Label:
Seputar Cilacap
04.07
Putri Cilacap Berharap Jalanan Mulus Bebas Jengglongan
Written By banyumascilacap on Senin, 24 Juni 2013 | 04.07
Oleh linasophy pada 14 Juni 2013 | Dibaca 220 kali
Dalam kesempatan FGD Bersama KPK RIkemarin, Kamis (13/06/2013) diikuti oleh beberapa elemen masyarakat yang tergabung dalam berbagai komunitas. Acara yang diselenggarakan untuk kegiatan sosialisasi dari KPK RI untuk menyebarkan semangat dan mengajak warga masyarakat turut serta dalam upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi. KPK RI dalam menjalankan tugasnya tidak bisa sendiri, untuk itu mereka menggandeng elemen masyarakat untuk turut serta berperan aktif.
Dalam sesi workshop yang dilaksanakan kemarin, peserta yang terdiri dari berbagai komunitas dibagi dalam beberapa kelompok. Kegiatan yang dilakukan yaitu dari mulai menggali kekuatan permasing-masing peserta kemudian menggabungkannya. Serta mengumpulkan mimpi-mimpi yang diangankan apabila Cilacap bebas korupsi.
Dari mimpi-mimpi yang diangankan setiap peserta yang hadir tergambarlah bahwa kita semua menginginkan Cilacap ini bebas dari korupsi. Dan berbekal dari kekuatan masing-masing yang telah tergali sekiranya bisa menjadi modal kekuatan yang super kuat untuk memberantas korupsi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh wakil duta mas dan mbak Cilacap yaitu mbak Egyn dan mas Guntur. Dalam kesempatan tersebut mba Egyn mengutarakan mimpi bahwa ia sangat ingin jalanan Cilacap segera mulus bebas dari lubang (jengglongan). Alangkah menyedihkan bahwa jalanan yang penuh lubang itu telah merenggut banyak nyawa sia-sia.
Disela acara, saat mas dan mbak Cilacap ini ngobrol ringan dengan saya, mereka mengaku senang mengikuti acara ini. Sangat mendukung gerakan anti korupsi dan akan segera membagi pengalaman yang didapat hari itu kepada teman-teman organisasinya.
Jika kita benar-benar bersemangat dan bertekad bersama untuk memberantas dan mencegah tindak korupsi, saya yakin dan optimis usaha ini akan membuahkan hasil. Seperti mimpi mbak Egyn yang saya rasa adalah mimpi semua warga masyarakat bahwa jalanan yang penuh jengglongan di Cilacap sudah saatnya dibetulkan. Jadi mari bulatkan tekad galang semua kekuatan untuk memberatas korupsi di Cilacap.
sophy
Label:
Seputar Cilacap
04.00
Jambore Buruh Migran Menambah Teman dan Saudara
Oleh linasophy pada 12 Juni 2013 | Dibaca 138 kali
Tanpa terasa pagelaran jambore buruh migran sampai di hari terakhir. Kegiatan yang digelar sejak senin kemarin tentu saja melahirkan banyak kisah bagi para peserta dan semua pihak yang terkait.
Para peserta dari berbagai daerah maupun dari CGO lokal masih tetap semangat mengikuti acara kegiatan. Begitu juga para relawan media di ruang media center, meski semua kurang waktu istirahat namun rasa semangat untuk turut mendukung acara membuat rasa lelah tidak begitu dirasa. Semua ini berkat kerja panitia penyelenggara yang mempersiapkan acara ini dengan matang.
Kegiatan jambore yang dilaksanakan di desa Sidaurip yang notabene jauh dari pusat kota membuat panitia mendesain kegiatan ini sedemikian rupa. Warga masyarakat sekitar dilibatkan secara nyata. Para peserta dari berbagai daerah ditempatkan di rumah warga sekitar lokasi jambore.
Sambutan masyarakat Sidaurip juga sangat positif. Mereka menyambut baik dan hangat para tamu dirumahnya.
“Ya senang sekali mbak, jadi nambah saudara kalau ada yang tinggal ditempat saya begini” Ujar Ibu Orde, pemilik rumah yang menjadi tempat penginapan peserta jambore.
Selain dengan warga masyarakat sekitar kegiatan jambore ini tentu saja juga sebagai ajang silaturahmi dan menambah teman bagi para peserta.
Label:
Seputar Cilacap




